Inilah Alasan Tembaga Digunakan Sebagai Penghantar Listrik

Hampir tidak ada rumah, gedung, atau hunian lain yang tidak menggunakan listrik. Listrik menjadi kebutuhan premier yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Seiring dengan perkembangan teknologi, semakin banyak benda yang membutuhkan listrik. Konsumsi listrik pun semakin besar, sehingga pemerintah mencari berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Mulai dari menggunakan panas, air,  hingga nuklir sebagai pembangkit tenaga listrik. Listrik ini kemudian disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Listrik membutuhkan penghantar agar dapat mencapai rumah-rumah. Penghantar yang baik memiliki nilai jenis hambatan (rho) yang kecil. Kabel sejak lama digunakan sebagai menghantarkan listrik dari satu tempat ke tempat yang lain. Bahan yang digunakan untuk membuat kabel adalah bahan yang mampu menghantarkan listrik atau disebut dengan konduktor listrik. Konduktor listrik umumnya terbuat dari logam, seperti besi, tembaga, aluminium, perak, kuningan, dan berbagai jenis logam yang lain. Dari berbagai bahan logam tersebut, tembaga adalah bahan konduktor listrik yang paling sering digunakan oleh kontraktor listrik.

Kelebihan Tembaga Sebagai Penghantar Listrik

Dalam table periodik, tembaga memiliki lambing Cu dan nomor atom 29. Cu berasal dari bahasa latin, yaitu Cuprum. Tembaga adalah bahan yang bersenyawa dengan asam belereng, zat asam, atau zat lain yang bersenyawa dengan kedua asam tersebut. Bebatuan juga terkandung dalam tembaga. Bahan ini biasanya ditemukan di Amerika Utara, Irian Jaya, Siberia, Pegunungan Ural, dan sebagainya. Selain digunakan sebagai bahan kabel penghantar listrik, tembaga biasanya dicampur dengan timah untuk membuat perunggu.

Seperti yang sudah disebutkan, penghantar listrik yang baik memiliki jenis hambatan (rho) yang kecil. Tembaga adalah salah satu bahan yang memiliki nilai jenis hambatan kecil. Semakin kecil tahanan jenis, maka semakin sedikit kerugian listrik yang terjadi. Inilah yang menjadi salah satu alasan tembaga banyak digunakan sebagai konduktor listrik. Namun tidak hanya itu, berikut ini adalah beberapa alasan penggunaan tembaga sebagai konduktor listrik :

1. Alasan ekonomis

Sebisa mungkin jasa kontraktor listrik mengeluarkan biaya yang minimal dalam instalasi listrik, tetapi tetap memberikan kualitas maksimal. Alasan tembaga digunakan sebagai konduktor adalah bahannya yang lebih terjangkau. Perak memang memiliki Rho yang lebih kecil, tetapi harga bahan perak lebih tinggi dibandingkan tembaga. Atas alasan ekonomis inilah yang membuat tembaga dijadikan bahan kabel untuk menghantar listrik.

2. Bahan yang mudah melebur

Tembaga termasuk bahan yang mudah melebur. Selain itu, tembaga mudah menyerap dan melepaskan panas. Sehingga bila suatu saat terjadi gangguan listrik atau peningkatan suhu yang cukup cepat, maka kabel lebih mudah putus untuk menghentikan aliran listrik. Hal ini dapat menghentikan kerugian yang mungkin merembet pada instalasi listrik lain. Selain itu, peningkatan suhu yang cukup cepat membuat tembaga banyak digunakan sebagai bagian pengaman listrik yang bekerja berdasarkan panas seperti sekring, MCB, dan yang lain.

3. Memiliki kelenturan yang baik

Tembaga memiliki sifat kelenturan yang baik. Hal ini menjadikannya mudah digunakan saat memasang jaringan atau instalasi listrik.

4. Bobotnya ringan

Tembaga memiliki massa jenis yang kecil, sehingga bobotnya ringan saat digunakan instalasi listrik

Itulah kelebihan tembaga sehingga banyak digunakan sebagai bahan kabel penghantar listrik. Banyak kontraktor listrik memilih tembaga sebagai bahan kabel. Namun, daya konsumsi yang semakin besar membuat berbagai pihak mulai mencari alternatif pengganti tembaga sebagai konduktor listrik. Bagaimana pun juga, sumber daya akan semakin berkurang. Bila tidak segera ditemukan alternatifnya, maka masyarakat akan menemui kesulitan di masa depan.