Cara Mengecat Dinding Bata Merah Tanpa Plester dengan Mudah

Inovasi ragam desain arsitektur banyak memadukan sejumlah unsur dan nuansa dari beberapa gaya menjadi gaya yang baru. Beberapa gaya kontemporer yang sedang diminati juga banyak yang mengambil unsur dan nuansa dari desain klasik. Misalnya seperti paduan gaya natural dan rustic yang banyak diadopsi pada bangunan rumah makan sekelas restoran atau kafe ataupun untuk dapur pribadi. Desain ini mempertegas area-area dengan material yang meninggalkankan kesan final touch unfinished seperti lantai semen ataupun pipa besi yang menjalar di sepanjang dinding dan langit-langit bangunan serta dinding dari bata merah yang sengaja diekspos.

Munculkan Kesan Artsy Dengan Bata Merah Ekspos 

Cara Mengecat Dinding Bata Merah

Sebelumnya banyak yang menilai warna merah-oranye dari batu bata yang diekspos membuat ruangan terkesan panas dan terlalu menyala, sementara di area lain bisa saja terasa gelap. Kini dengan cara yang tepat batu bata yang diekspos justru mampu memberikan kesan artsy yang cantik dan tegas. Baik pada bagian dapur, halaman belakang, kamar mandi maupun dinding ruang tamu. Selain itu, penggunaan bata ekspos juga bisa mengurangi biaya operasional karena dapat dicat tanpa harus diplester terlebih dahulu. Sehingga cukup dengan mendapatkan harga bata merah terbaik dan menghapus pengeluaran plester, rumah Anda siap dihuni dalam keadaan aman, nyaman dan memiliki nilai seni.

5 Cara Mudah Mengecat Dinding Bata Merah Tanpa Perlu Plester

Jika Anda penasaran bagaimana menghadirkan kesan artsy dari bata ekspos tanpa perlu plester, mari simak ulasan berikut ini.

1. Siapkan Alat Dan Bahan

Sebagaimana Anda mengecat dinding biasa, Anda harus mempersiapkan alat dan bahan yang di antaranya adalah kuas, cat, plamir dan kape. Sangat disarankan untuk membersihkan permukaan dinding bata menggunakan kemoceng atau sapu hingga bersih dari kotoran, debu dan sawang sapai ke bagian nat mortar sehingga hasilnya lebih maksimal. Sediakan pula koran atau tape untuk mencegah sisa plamir atau cat menetes ke area yang tidak diinginkan.

2. Bersihkan Permukaan Dinding

Pastikan bahwa dinding sudah bersih dan siap untuk diplamir. Yang perlu diperhatikan saat membersihkan dinding adalah ketika Anda membersihkan ke sela-sela nat mortar, lakukanlah dengan hati-hati. Jangan sampai terlalu keras sehingga membuat struktur menjadi gompal dan rusak.

3. Proses Plamir

Penggunaan plamir sangat dianjurkan sebelum mengecat bata ekspos. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah lapisan cat terserap ke dalam bata merah sehingga warnanya menjadi pudar dan tidak terlihat. Menggunakan plamir sebagai lapisan dasar akan membantu menahan cat agar tidak sepenuhnya terserap oleh bata. Dengan begitu warna yang hendak dinampakkan akan terlihat lebih jelas.

4. Prose Pengecatan

Usai dinding dilapisi plamir, kini dinding bata telah siap untuk dicat sesuai dengan warna yang diinginkan. Warna yang kebanyakan digunakan adalah warna asli bata dengan beberapa tone warna yang dibuat berbeda. Hal ini dimaksudkan agar dinding bata memiliki pola warna yang cantik sesuai dengan tema yang diinginkan. Oleh karena pengecatan dinding bata dilakukan satu persatu, maka diperlukan ketelitian agar cat tidak menyebar ke spasi mortar.

Setelah semua dinding bata selesai dicat, Anda dapat melihat warna dinding yang terlihat lebih cerah dan rapi daripada warna sebelumnya. Untuk hasil yang lebih maksimal, Anda dapat memberikan pelapis anti jamur sehingga warna bata lebih awet dan tahan lama. Tambahkan pula penerangan yang cukup agar ruangan semakin terlihat elegan.